Investasi di Pasar Modal – Analisa
September 16, 2008
Pasar modal menjanjikan return yang tinggi, dan begitu juga dengan resikonya. Untuk berinvestasi disana bukan hanya sekedar nanam modal saja, tapi juga butuh analisa-analisa yang lengkap. Kalau mau meluangkan waktu, cobalah mempelajari empat kategori ini:
1. Analisa Makroekonomi
2. Analisa Fundamental
3. Analisa Teknikal
4. Analisa Pasar
Analisa Makroekonomi, dengan bahasa saya, adalah menganalisa sektor mana yang berkembang dan berpeluang meningkat pesat dikemudian hari. Sektor tersebut harus bersifat tidak habis, punya tidak punya cycle yang mati, dan selalu dibutuhkan sepanjang masa oleh konsumen. Misalnya, industri makanan & minuman (Burger King, Coca Cola contohnya), minyak sawit (minyak bumi pasti habis), sektor consumable (seperti Unilever di Indonesia).
Analisa Fundamental, erat kaitannya dengan analisa data. Seperti laporan keuangan perusahaan lengkap dengan rasio-rasionya. Pada laporan keuangan ini akan ketahuan posisi keuangan perusahaan. Apakah merugi, menghasilkan laba, terjepit hutang, atau berkembang pesat. Analisa ini berguna untuk berinvestasi jangka panjang.
Analisa Teknikal, adalah analisa data historis. Pasar modal memiliki sifat perulangan pada masa-masanya. Ada yang punya siklus 10 tahun, 5 tahun atau bahkan lebih pendek lagi, 1 tahun. Investor jangka pendek sangat membutuhkan dan sering menggunakan analisa teknikal ini.
Analisa Pasar, biasanya digunakan untuk melihat apakah suatu saham sudah berharga murah atau kemahalan.
**************************************************
* Pertama kali saya belajar berinvestasi, saya buru-buru beli ORI03. Tanpa ananlisa dan berharap dapat kupon perbulannya saja. Tapi kemampuan saya untuk beli ORI03 minim sekali dan saya hanya beli satu unit saja. Selain menghindari resiko, dalam hati saya, ini toh juga buat belajar.
Beberapa bulan kemudian saya memutuskan untuk mencoba berinvestasi di pasar modal -saham biasa. Seperti biasanya, saya beli dan baca banyak buku yang berkaitan dengan transaksi saham. Setelah merasa siap dan sudah bisa menganalisa pasar untuk mencari harga saham yang murah dan bagus, kemudian saya mendaftar di salah satu sekuritas di bilangan Karet – Sudirman. Karena baru belajar transaksi dan coba-coba, saya rugi sekitar RP 600 ribu.
Dari kerugian itu saya akhirnya belajar analisa fundamental. Dikepala saat itu hanya ada persepektif investasi untuk jangka panjang. Setelah menemukan emiten yang cocok, akhirnya saya beli sekitar 4 lot di harga yg saat itu lagi tinggi. Dan setelah itu, harga saham tersebut turun dan merosot tajam disaat krisis finansial th 2008 ini. Semenjak bulan pertama harga saham saya turun, saya memperdalam dan mencari analisa fundamental yang pas untuk kebutuhan saya. Jangan sampai saya salah beli saham dgn emiten yg lemah. Dengan kondisi ekonomi dunia th 2008 yg mengkhawatirkan, perusahaan haruslah kuat dan tetap bisa memberikan return kepada pemodalnya.
Kembali lagi ke pertama kali punya saham, dan rugi, saya tidak kapok. Kami suntikkan dana kembali ke rekening kami di perush sekuritas itu. Kemudian saya mencoba daily trading. 3/4 nya untung dan 1/4 nya rugi (dgn amount yg cukup besar). Dari situlah saya belajar analisa teknikal untuk pertama kali. Analisa teknikal ini sangat menolong dalam daily trading saya. Memang tidak semua yang saya kuasai, hanya satu atau dua cara menganalisa saja yg saya pahami semampunya.
Mengerti ‘sedikit’ analisa fundamental, teknikal dan pasar, belum menjamin resiko tingkat rendah. Kemampuan menganalisa ekonomi makro tidak pernah saya miliki. Semestinya saya sudah mengendus bakal jatuhnya ekonomi dunia dan secepat mungkin merubah strategi investasi. Tapi saya buta akan hal ini. Dan hingga sekarang, sampai September 2008 ini, investasi di pasar modal saya sendiri mengalami penyusutan yang luar biasa. Orang bilang, uang kita lengket di saham tertentu.
Tapi tak sebegitu besar kekecewaan saya. Justru inilah saat nya saya mesti beli saham dgn harga yg sangat luar biasa murah sekali. Semester I th 2008 para emiten banyak yg meraih untung besar, tak mungkin tutup tahun 2008 mereka merugi. Beli saham murah dan perusahaan yg bagus yg akan memberikan deviden – suatu pilihan yang bagus.